Twitter
RSS

Kembalikan Tangan Mona yah...

mmmm gw punya cerita neeh,...gw pernah denger sekali but inget2 lupa gt deh.. , moga bloggers semuanya

enjoy ma ceritanya.


begin:
mereka adalah pasangan muda yang biasa2 saja, keduanya bekerja disebuah perusahaan BUMN dengan posisidan gaji yang lumayan. setiap bulan mereka menyisihkan gaji untuk menabung, setelah dua tahun mereka pun memiliki sebuah rumah dan motor yang sehari-hari mereka gunakan untuk berangkat ke kantor. Sebelum menikah mereka bertekad bahwa mereka harus berhasil dan harus bisa membuktikan kepada orang tua mereka bahwa mereka bisa berhasil hidup di kota jakarta yang panas dan penuh dengan persaingan ini. setiap hari mereka bekerja keras dan berdoa agar diberikan rizki yang melimpah...
empat tahun berlalu, kini mereka memiliki posisi dan jabatan yang lebih dibandingkan dengan lima tahun yang lalu, kebahagiaan mereka serasa lengkap karena hadirnya seorang putri cantik buah cinta mereka, seorang anak yang memiliki kecantikan ibunya dan memiliki sifat keras seperti ayahnya. namun perpaduan keduanya membuat putri mereka menjadi seorang yang cerdas, cantik, dan bahagia.

semenjak kehadiran putri mereka tiga tahun yg lalu, mereka merasakan kemajuan yg luat biasa di pekerjaan mereka, sehingga suatu saat sang suami melihat sudah waktunya mereka untuk memiliki kendaraan pribadi,.. ya mobil.., karena rekan2 sekantornya yang seangkatan sudah tidak ada yang menggunakan motor sebagai kenadaraan untuk pergi ke kantor. akhirnya sang istri merestuinya dan akhirnya mereka memiliki sebuah mobil baru, walaupun menambah daftar cicilan yang harus di bayar setiap bulan, namun mereka cukup terharu dan senang akan kehadiran mobil ini, seperti merasakan kehadiran seorang putri lagi ujar sang suami. merasa bangga akan hal ini, sang suami sanngat menyayangi mobil ini, bagitu juga sang istri. hampir setiap hari mobil ini dicuci dan mendapatkan perawatan yang sempurna.

MONA, itu lah nama sang buah hati yang selama ini cukup menikmati melewati hari2 nya bersama seorang pengasuh yang disewa orang tuanya. mona tumbuh dengan sehat, anak yang kreatif seperti ayahnya, dan tegar seperti ibunya, setiap hari dia selalu membawa buku gambar kesenangannya,yaa... seperti anak2 yang lain yang seusianya, mona gemar sekali menggambar, bahkan dia sering menyuruh pengsuhnya untuk membantu menempelkan gambar2 itu di dinding. keadaan orang tuanya yang selalu sibuk hampir melupakan keberadaan dang mona, bahkan seringkali mona tertidur lelap bersama pengasuhnya di kamar, terlihat sekali mona sangat dekat dengan pengasuh itu.

seperti biasa hari itu mona ikut sarapan bersama ayah dan bundanya, kebetulan hari itu sang ayah ada perjalanan dinas ke luar kota selama beberapa hari dan harus menggunakan pesawat, setelah berpamitan seperti biasa mona selalu menagih ciuman kening yang tak pernah terlewatkan sehari pun. Siang nya mona tertidur disofa, pengasuhnya yang merangkap sebagai pembantu di rumah itu sengaja tidak memindahkan nya ke kamar karena takut membangunkannya, selagi mona tertidur biasanya pengasuhnya mengerjakan hal lain seperti mencuci dan mebereskan rumah.

Mona terbangun, dan mencari pengasuhnya, setelah berteriak dan memastikan dia ngga sendiri, mona
melihat pengasuhnya sedang sibuk di kamar mandi mencuci pakaian, akhirnya ia bermain sendiri di ruang tengah, yaa. menggambar itu yang mona lakukan setiap hari, pagi..siang.. bahkan sebelum tidur, kala itu buku gambar yang biasa dipakainya telah habis tak menyisakan tempat lagi untuk membuat gambar. akhirnya mona bermain ke pekarangan garasi rumahnya, disana ia menemukan sebuah paku yang berkarat. Mona mulai menggoreskan paku itu di tembok, dia menemukan kalo tembok ternyata bisa digambari dengan menggunakan sebuah paku, sepanjang siang itu mona menggoresi tembok rumahnya dengan paku, sampai akhirnya dia menggoreskan paku itu di pintu mobil ayahnya... YA.. DI PINTU MOBIL AYAHNYA !!!mona menggoreskannya dengan serius, dengan harapan ayahnya akan memberikan ciuman kali ini untuk gambar yang ia buat di mobilnya.

Peristiwa ini tidak diketahui siapapun, ketika itu ayahnya baru kembali dari luar kota, dengan muka yang kusut. sang istripun menyabut dengan senyum berusaha menghibur, karena ia tau betul proyek
suaminya d luar kota telah gagal. dengan muka yang kusut dia membalas senyuman istrinya, dan seketika itu Mona merangkul dan berteriak kangen pada ayahnya dan langsung menunjukan goresan goresan di mobil itu. wajah yang tadinya sudah kusut dan berusaha duceriakan oleh senyum istrinya itu sekarang berubah nerah padam, istrinya pun kaget bukan main, karena ini klai pertama dia mengtahui kalo selama ini mona selalu bermain di garasi dan menggoresi mobil ayahnya.seperti yang kehilangan kendali sang bunda langsung memukuli mona, dia marah sekali atas perbuatan yang telah dilakukan anaknya itu, dia dipukuli hingga tangannya terluka-luka karena bergantian di pukuli oleh ayah dan bundanya, pengasuhnya pun tak lepas dari amarah pasangan orang tua itu, dan tak kuasa menahan tangis.

sejak malam itu mona merasa takut dan tidak mau tidur bersama orang tuanya, dia selalu tidur dikamar pangasuhnya, karena kalo bertemu orangtuanya, mereka memasang muka ketus dan sebal dengan mona. tanpa diketahui oleh pengasuhnya ternyata mona selama ini sellau tertidur dengan mengenggam paku yang ia gunakan untuk menggoresi mobil ayahnya.

beberapa hari terewati,sejak hari itu mona manjadi lebih pendiam dari pada sebelumnya, sang pengasuh mulai cemas dengan keadaan mona yang beberapa hari ini sakit panas malihat ada sesuatu yang aneh dengan tangannya,setiap kali dia berusaha membujuk tuannya untuk membawanya ke rumah sakit, berbagai alasanpun keluar dari mulut sang ayah. Pengasuhnya telah memberinya obat seperti biasa, namun kali ini lain, bahkan sekarang mona lebih sering mengeluh kepada pengasuhnya mengenai tangannya yang sakit kalo memegang sesuatu.akhirnya orang tuanya memutuskan untuk membawa mona ke rumah sakit, sepanjang perjalanan mona hanya terdiam lemah, tidak mau berkata-kata, dan bahkan sesaat sebelum tiba di rumah sakit, mona sempat pingsan.

alangkah kagetnya ketika dokter rumah sakit meminta pasangan suami istri itu untuk berbicara secara tertutup. dokter menjelaskan bahwa kondisi putri mereka sangat mengkhawatirkan, kedua tangannya terinfeksi karat besi yang mematikan, paku berkarat yang selalu digenggamnya erat ternyata menempel ke luka ditangannya. dokter juga begitu kaget dengan pengakuan mereka bahwa selama ini mona tidak mengaku merasa sakit di tangannya. dokter berkata jika tidak cepat di lakukan tindakan maka infeksinya akan terus menjalar ke seluruh tubuhnya. rumah sakit yang terang benderang itu serasa gelap gulita.., cuaca yang terang itu pun terasa menjadi hujan badai ketika pasangan suami istri itu mndengar kata "AMPUTASI" dari dokter,... yaa amputasi...............


operasi berjalan lancar, air mata tak henti2nya keluar dari mata sang bunda, dan sang ayah pun berusaha untuk menahan jeritan di hatinya... saat itu mona tersadar untuk yang pertama kalinya..
dia melihat kedua orang tuanya yang menangis...dan menyadari tangannya sudah tiada, dengan kalimat yang terpatah-patah mona berbisik... "bunda, ayah ,.. maafin mona. mona gak sekali-kali lagi merusak mobil ayah, mona juga gak mau menggambar lagi.. tapi kembaliin tangan mona yah...", mendengar kalimat itu serentak air mata mereka seperti air terjun yang turun begitu derasnya.......

-sekian-

[gimana bloggers tersentuhkah?]

Comments (1)

ceritanya sangat mengharukan sekali sampe mo nangis nih hiks..hiks lebih2 tulisannya kecil bgt sampe perih nih mata bacanya...